Kamis, 20 Desember 2012

Plastik Pengganti Kasa

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.Ya Allah, limpahkanlah rahmat, kesejahteraan,dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, pembuka segala yang terkunci, penutup yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, dan petunjuk ke jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya serta kepada keluarganya dan para sahabatnya dengan sebenar-benar kedudukan dan tingkatannya yang agung.

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk.Ya Allah, karuniakanlah kepadaku dengan kemurahan-Mu sebaik-baik apa yang Engkau karuniakan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Ketika seseorang ingin mendaur ulang kertas menjadi lembaran kertas yang baru, ia seringkali menggunakan kain kasa (sutra) yang diberi bingkai sebagai alat bantu cetak. Lama-kelamaan “kebiasaan” mendaur ulang kertas dengan cara ini terlihat biasa-biasa saja meski hasil yang diperoleh tidak diragukan lagi. Waktu mengikuti science club di sekolah 4 tahun lalu, saya dan teman-teman pernah mencoba cara lain dalam mendaur ulang kertas menjadi bentuk lembaran. Tetapi percobaan itu belum berhasil. Dari kejadian itu, saya berusaha untuk mencoba membuatnya lagi di rumah. Karena saya berpendapat seperti ini, "Ketika kita baru mencoba sesuatu kemudian kita gagal, itu adalah suatu hal yang biasa. Sedangkan ketika kita baru  mencoba sesuatu kemudian kita berhasil, itu tidak lain hanyalah bagian kecil dari sebuah keberhasilan. Teruslah berusaha untuk suatu hasil yang lebih baik."

Satu tahun kemudian ketika saya mencoba membuat pot mini dari bubur kertas pertama kali di rumah, namun belum berhasil membuat bubur kertas itu mengeras membentuk pot. Saya akhirnya meratakan “adonan” bubur kertas tersebut di atas sebuah papan persegi panjang yang saya lapisi plastik. Papan itu sebenarnya tidak lebih dari sekadar alas yang biasa saya gunakan untuk membentuk “adonan” bubur kertas. Keesokan harinya saat saya melihat “adonan” bubur kertas itu, saya tidak menyangka cara ini ternyata membuatnya menjadi lembaran kertas tebal.


Dari pengalaman itulah, saya kembali mencoba untuk membuat alat yang dapat membantu kita untuk mendaur ulang kertas menjadi lembaran kertas baru tanpa harus menggunakan kain kasa.

Alat yang akan kita buat ini memang terlihat sangat sederhana, namun memiliki fungsi yang lebih dari sekadar alat cetak kertas daur ulang jika kita mau memikirkannya. Alat ini terbuat dari bekas plastik detergen kemasan 59 gr yang disusun menjadi satu lembaran yang panjang atau lebar.

 
Alat dan Bahan:
  1. Drawing Pen
  2. Penggaris
  3. Gunting
  4. Selotip / Double tip
  5. Plastik kemasan detergen 59 gr

 Langkah Pembuatan:


1. Pisahkan antara plastik dengan alumunium yang ada pada kemasan detergen. Karena kita hanya menggunakan lapisan alumuniumnya saja.




2. Gunakan drawing pen untuk membuat garis dengan ukuran P= 23 cm dan L= 3 cm, kemudian gunting.
3.1. Sambungkan bungkus detergen menggunakan selotip satu  per satu.


3.2. Kita juga dapat menggunakan double tip untuk menyambungya, tetapi akan terjadi perbedaan pada ukuran panjangnya.














4. Kita dapat merangkainya membentuk persegi panjang, ini cocok untuk mencetak lembaran kertas dengan ukuran besar.












5. Bila kita ingin membuat lembaran kertas dalam ukuran kecil, sebaiknya alumunium dirangkai bentuk memanjang sehingga memudahkan kita pada saat memotong lembaran kertas daur ulang yang kita buat.
















Selain kertas biasa, kita pun dapat mencoba mendaur ulang daun (ex: daun pandan) atau potongan / sobekan koran menjadi lembaran koran yang lebih tebal mirip kertas karton. Seperti pada gambar di bawah ini:



Kertas Daur Ulang





Daun Daur Ulang
 
 
Koran Daur Ulang



Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Penyantun lagi Mahamulia. Mahasuci Allah, Tuhannya Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang dapat membawa rahmat-mu, ampunan-Mu, penjagaan dari setiap dosa, keuntungan dari setiap kebaikan, dan keselamatan dari segala dosa. Jangan biarkan dosa pada kami melainkan Engkau hapuskan, jangan Engkau biarkan kesusahan melainkan Engkau lepaskan, dan jangan Engkau biarkan kebutuhan yang Engkau ridhai melainkan Engkau penuhi, wahai Yang Paling pengasih di antara yang pengasih.


Maha Suci Engkau, Tuhan segala kemuliaan. Suci dari segala apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir. Semoga kesejahteraan atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.


Aamiin...